Kamis, 25 September 2014

Jenis Pantun dan Contoh Pantun

Jenis Pantun dan Contoh Pantun . Antara lain:
1. Pantun anak-anak
a. Pantun suka cita
Elok sungguh kerbau pedati
Sarat memuat benang tenun
Memang terniat di dalam hati
Bercakap-cakap dengan pantun

Merpati si burung dara
Mati seeokor dalam keranjang
Hati cemas jadi gembira
Perut lapar jadi kenyang

Ramai orang bersorak-sorak
Menabuh gendang dengan rebana
Alangkah besar hati awak
Mendapat baju dengan celana

b. Pantun berduka cita
Kalau tidak tahu istana raja
Lihatlah pandan nan berduri
Sungguh malang nasib hamba
Terombang-ambing seorang diri

Memancing di belakang gudang
Nasi masak gulai tertumpah
Menangis anak minta uang
Yang didapat sumpah serapah

c. Pantun jenaka
Pukul ketipang si gendang kecil
Sedikit tidak berdentum lagi
Kucing takut menggigil-gigil
Melihat tikus membawa lidi

Orang langkat membeli batik
Batik dijual anak seberang
Terbang semangat induk itik
Melihat ayam pandai berenang

2. Pantun orang muda
a. Pantun dagang
Tudung saji hanyut terapung
Hanyut terapung di air sungai
Niat hati hendak pulang kampung
Apa daya tangan tak sampai

Dari Malaka ke negeri Pahang
Singgah ke kedai beli kuini
Saya ini dagang menumpang
Mengharap belas orang di sini

b. Pantun berkenalan
Kalau masak buah papaya
Papaya dipetik hari pagi
Kalau boleh hamba bertanya
Siapa nama adik ini

Ramai orang di tengah pecan
Orang muda menjual manggis
Ingin hati mengenal tuan
Siapa gerangan si hitam manis

c. Pantun berkasih-kasihan
Dua tiga toko di Padang
Sebuah saja toko besi
Dua tiga bunga yang kembang
Setangkai saja jantung hati

Punting hanyut api pun padam
Orang memancing anak kepiting
Surat kubaca di tengah malam
Kapan kiranya kita bersanding

d. Pantun perceraian
Anak raja bermain keris
Keris ditempa di Aparlama
Usahlah adik duduk menangis
Abang pergi takkan lama

Sungguh dalam lautan teduh
Kapal berlayar di tengah malam
Luka di tangan boleh sembuh
Luka di hati menaruh dendam

e. Pantun beriba hati
Tudung periuk mainan putri
Mainan anak putra mahkota
Kain yang buruk berikan kami
Untuk menghapus si air mata

Ke ladang menabur benih
Di mana hati takkan sedih
Anak mati suami di penjara

f. Pantun teka-teki
Pagi hari menanak nasi
Nasi bekal orang di sawah
Cobalah terka pantunku ini
Akar di atas pucuk di bawah

Orang memancing ikan belanak
Dapat sepasang ikan tenggiri
Tahinya busuk dagingnya enak
Binatang apa tanduk di kaki

3. Pantun orang tua
a. Pantun nasehat
Buah lada rasanya pedas
Jatuh sebiji buah masaknya
Meski otak pintar dan cerdas
Tidak berbudi apa gunanya

Kalau pandai meniti buih
Selamat badan ke seberang
Kalau pandai membuat kasih
Ke mana pergi orang pun saying

b. Pantun adat
Pukat bukan sembarang pukat
Pukat penjala ikan beledang
Bukan adat sembarang adat
Adat pusaka nenek moyang

Hukum adat berbuhul sentak
Hokum agama berbuhul mati
Malin tegak di pintu syarak
Durhaka dibawa sampai mati

Pantun sangat terikat pada rima, terutama rima akhir, yaitu bersajak abab. Puisi lama lain seperti syair pun juga terikat dengan rima yaitu bersajak aaaa. keduanya berbeda dengan puisi bebas yang menggunakan rima hanya sebagai unsur penting untuk menambah keindahan puisi.


0 komentar: