Kamis, 25 September 2014

Mengenal Gurindam

Mengenal Gurindam. Sastra Melayu klasik adalah semua hasil sastra berbahasa Melayu yang berkembang dan di daerah yang menggunakan bahasa Melayu sampai abad ke 18. Salah satunya adalah Indonesia. Berdasarkan bentuknya, sastra Melayu  klasik dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi. Prosa terdiri dari hikayat, cerita berbingkai, sejarah, silsilah dan lain-lain. Puisi lama antara lain pantun, talibun, syair, karmina, gurindam, dan seloka. Puisi-puisi lama mempunyai sifat menghibur dan mendidik, mengandung nilai social dan keagamaan.
Gurindam adalah salah satu puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris, mempunyai irama akhir yang sama dan merupakan kesatuan yang utuh. Baris pertama berupa perjanjian sedangkan baris kedua merupakan jawaban/akibat dari perjanjian itu. Gurindam biasanya berupa nasehat atau kata mutiara. Meski belum jelas dari mana sumber asli gurindam, sebagian besar ahli berpendapat bahwa gurindam merupakan bentuk puisi yang berasal dari India.
Cirri-ciri gurindam:
1. Tiap bait terdiri dari dua baris
2. Kedua kalimat membentuk kalimat majemuk
3. Hubungan kalimat pertama dan kedua adalah hubungan sebab akibat
4. Isi gurindam tercantum pada baris kedua
5. Berisi nasehat atau pelajaran
Contoh:
Kurang fikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat

Perkataan tajam jika dilepas
Ibarat beringin racun dan upas

Kalau diri kena perkara
Turut susah sanak saudara

Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Beliau adalah raja Riau pada tahun 1844-1857.


0 komentar: