Selasa, 23 September 2014

Kurikulum 2013 Sebuah Tuntutan

Kurikulum 2013 Sebuah Tuntutan. Kurikulum 2013 mulai diujicobakan pada bulan Juli 2013 di beberapa sekolah negeri dan swasta di setiap daerahnya. Sejak awal diluncurkan kurikulum ini, yang ditekankan adalah pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan scientific, penggunaan IT, serta pembinaan moral/sikap. Kurikulum yang berbasis kompetensi ini sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.
Pendekatan scientific terdiri dari kegiatan pengamatan, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Siswa diminta mengamati sesuatu kemudian dipancing supaya mau bertanya berhubungan dengan objek yang diamati. Siswa dibimbing guru untuk menalar apa yang diamati sehubungan dengan materi/kompetensi dasar yang akan dipelajari. Kemudian siswa mencoba mengidentifikasi dan membuat sesuatu sesuai dengan apa yang diamati dan kompetensi dasar yang dipelajari. Setelah itu baru mengkomunikasikannya kepada teman-temannya. Sebuah proses belajar yang seolah baru namun menurut saya sebenarnya itu semua juga sudah dilakukan di kelas oleh guru meskipun tidak tertulis dalam perencanaan urutan-urutannya.
Setiap mempelajari satu teks tertentu dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, selalu disertakan mempelajari unsur kebahasaaan teks tersebut supaya siswa lebih mengenal Bahasa baku.
Penggunaan IT, salah satunya adalah penggunaan bahan tayang  dalam pengajaran bisa dimulai dari memotivasi, pemberian materi, atau contoh-contoh. Ide ini menarik karena siswa diajak untuk menggunakan teknologi dan memang harus sesuai dengan jamannya. Siswa pun perlu belajar dari sumber yang lain misalnya dari internet.
Untuk format nilai pun sekarang berbeda. Satu pelajaran memiliki tiga nilai yaitu nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Sebenarnya yang paling merepotkan guru menurut saya adalah penilaian sikap. Penilaian sikap dilihat dari kehadiran, penilaian diri, penilaian antar teman, jurnal, dan observasi. Untuk menyikapi tuntutan itu, penilaian diri, penilaian antar teman, dan observasi cukup dilakukan sekali dalam satu bab. Jika dalam satu semester ada tiga bab ya cukup dengan tiga kali penilaian. Untuk jurnal tergantung kebutuhan namun sebenarnya saya sendiri merasa kerepotan dalam mengisi jurnal. Untuk penilaian pengetahuan dan keterampilan saya rasa tidak ada masalah hanya lebih dirinci saja. Nilai pengetahuan terdiri dari nilai ulangan harian, tugas, UTS, dan UAS. Sedangkan nilai keterampilan terdiri dari nilai praktik, proyek, dan portofolio.
Kurikulum 2013 menuntut guru semakin kreatif dalam membimbing siswanya menghasilkan karya

0 komentar: