Kamis, 25 September 2014

Mengenal Pantun

Mengenal Pantun. Pantun bagi bangsa-bangsa rumpun  Melayu bukanlah sesuatu yang asing, misalnya bagi orang Malaysia, Brunai Darussalam, dan Indonesia. Di Indonesia, pantun merupakan bagian dari pelajaran bahasa Indonesia  yang dipelajari di sekolah.
Pantun merupakan puisi asli anak negeri rumpun melayu yang paling mudah ditangkap makna dan maksudnya. Membaca dan mencerna pantun tidak sesulit membaca dan mencerna puisi bebas.
Pantun hampir terdapat di  seluruh wilayah Indonesia, misalnya di Tapanuli bernama ende-ende, di Jawa bernama parikan, di Sunda bernama sesindiran. Semua mempunya bentuk dan persyaratan yang sama, hanya bahasanya saja yang berbeda. Ciri-ciri pantun: (1) setiap bait terdiri dari 4 baris, (2) Baris 1 dan 2 merupakan sampiran dan baris 3 dan 4 merupakan isi, (3) Sajaknya abab, (4) Tiap baris terdiri dari 4-5 kata atau 8 sampai 12 suku kata.

Pantun yang kuat.
Di samping memperhatikan jumlah baris dan sajak, untuk membuat pantun yang baik dan kuat, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Memperhatikan suku kata. Bila baris pertama menggunakan Sembilan suku kata, maka baris dua, tiga dan empat juga harusnya sembilan suku kata atau berselisih satu suku kata saja.
2. Antara kalimat sampiran pertama dengan kalimat sampiran kedua hendaknya mempunyai hubungan, jangan sampai bertolak belakang.
3. Ushakan setiap kata dalam sampiran atau isi memiliki kata bersajak sama sebanyak mungkin.
4. Sampiran adalah hanya perumpamaan dan perumpamaannya diusahakan kepada lingkungan sekitar dan masuk akal.
Contoh pantun yang kuat.
Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
 Boleh kita berjumpa lagi

Hari ini kita menanam serai
Esuk lusa menanam tebu
Hai ini kita bercerai
Esuk lusa kita bertemu

Pantun dibedakan menurut maksud dan isi pantun, yaitu:
1. Pantun anak-anak
a. Pantun bersuka cita
b. Pantun berduka cita
c. Pantun jenaka
2. Pantun orang muda
a. Pantun dagang
b. Pantun Muda
- Pantun perkenalan
- Pantun berkasih-kasihan
- Pantun perceraian
- Pantun beriba hati
- Pantun teka-teki
3. Pantun orang tua
a. Pantun nasehat
b. Pamntun adat
c. Pantun agama

0 komentar: