Kamis, 25 September 2014

Mengenal Syair

Mengenal Syair. Sastra Melayu klasik adalah semua hasil sastra berbahasa Melayu yang berkembang dan di daerah yang menggunakan bahasa Melayu sampai abad ke 18. Salah satunya adalah Indonesia. Berdasarkan bentuknya, sastra Melayu  klasik dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi. Prosa terdiri dari hikayat, cerita berbingkai, sejarah, silsilah dan lain-lain. Puisi lama antara lain pantun, talibun, syair, karmina, gurindam, dan seloka. Puisi-puisi lama mempunyai sifat menghibur dan mendidik, mengandung nilai social dan keagamaan.
Syair merupakan jenis puisi yang berasal dari kesusastraan Arab. Syair masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam ke Indonesia. Syair paling tua berbentuk doa tertera di sebuah nisan raja di Minye Tujoh, Aceh, tahun 781 H (1380 M).
Hijrat nabi mungstapa yang prasida
Tujuh ratus asta puluh sawarsa
Haji catur dan dasawarsa sukra
Raja iman warda rahmat Allah
Ciri-ciri syair yaitu tiap bait terdiri dari empat baris, bersajak aaaa, jumlah suku kata tiap baris 8-12 suku kata, setiap baris merupakan isi yang berisi nasehat, petuah, dongeng, atau cerita.
Pantun dan syair memiliki kesamaan yaitu sama-sama terdiri dari empat baris, tiap baris terdiri dari empat kata dan iramanya beralun dua.
Perbedaan pantun dengan syair yaitu (1) pantun bersajak abab, syair bersajak aaaa, (2) pantun mempunyai sampiran sedangkan syair tidak mempunyai sampiran, (3) isi pantun ada dalam baris ketiga dan kempat sedangkan isi syair terdapat di setiap baris, (4) tiap baris pantun dapat berdiri sendiri sedangkan tiap baris syair tidak dapat berdiri sendiri, (5) pantun merupakan hasil sastra anak negeri sedangkan syair kesusastraan pengaruh dari Arab.


0 komentar: