Jumat, 24 Oktober 2014

Penulisan Kalimat Langsung/Dialog Sesuai Bahasa Indonesia Baku

Penulisan kalimat langsung/dialog yang sesuai dengan Bahasa Indonesia baku sangatlah penting. Apalagi jika ini berkenaan dengan pembuatan drama dan juga kutipan. Penulisan kalimat langsung/dialog biasanya menggunakan tanda petik (“) yang mengapit kalimat langsung yang dimaksudkan. Hal ini sangat mudah ditemukan dalam setiap tulisan yang dijumpai khususnya naskah drama dan cerita. Di dalam bentuk dialog, terkadang ada sedikit perbedaan dalam penulisannya. Di dalam dialog, kalimat langsung menggunakan nama tokoh dilanjutkan dengan titik dua (:) baru kemudian kalimat langsungnya. Contoh dari dialog ini seperti: Nona: “Kapan kamu berangkat?” Sementara dalam penggunaan dialog di dalam cerita yang biasa, penggunaannya dilakukan dengan sebuah kata semisal “berkata”, “berujar”, “jawab”, dan lain semisalnya yang menegaskan bahwa tokoh tersebut yang bicara. Meskipun, ini tidak harus. Adapula yang langsung saja menggunakan kalimat langsung tanpa harus menggunakan kata tersebut. Contoh kalimatnya adalah: Deni berujar, “Kamu ini menyebalkan, ya?” Penggunaan kalimat langsung ini biasanya juga sarat dengan kata-kata yang tidak baku guna memberikan kesan natural. Alhasil, penggunaan huruf miring juga harus diperhatikan.

0 komentar: