Rabu, 05 November 2014

Penulisan Angka Sesuai Bahasa Indonesia Baku

Penulisan angka sesuai dengan Bahasa Indonesia baku banyak sekali aturan yang mengikat dan juga ragamnya. Ada beberapa hal yang harus dijelaskan soal penulisan angka ini. Pertama, angka dilambangkan sebagai lambang bilangan atau nomor. Kedua, lambang digunakan untuk menyatakan ukuran berat, ukuran, luas, isi, satuan waktu, dan kuantitas. Selanjutnya, yang ketiga, angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Keempat, angka digunakan untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Kelima, untuk bilangan utuh dan pecahan. Keenam, penulisan tingkat pada abad dan juga dinasti. Ketujuh, terdapat lambang bilangan yang diberikan imbuhan –an. Kedelapan, penulisan dengan huruf jika masih bisa dieja dengan dua kata. Selebihnya menggunakan angka, termasuk di dalamnya apabila menggunakan perincian. Kesembilan, lambang bilangan pada awal kalimat menggunakan huruf. Sepuluh, angka bisa dieja dengan campuran huruf dan angka jika terlalu besar. Sebelas, angka bisa ditulis dengan ejaan atau angka bersamaan seperti dalam kuintansi dan juga dokumen resmi. Keduabelas, apabila digunakan angka dan huruf sekaligus, pelafalan harus tepat.

0 komentar: