Minggu, 07 Desember 2014

Bukan Bodoh

Bukan Bodoh
Siswa sekarang banyak yang tulisannya jelek dalam hal bentuk. Entah karena ingin cepat selesai ketika diberi tugas atau memang kurang terlatih menulis rapi. Mungkin ada yang bisa membaca tulisannya namun tidak menutup kemungkinan ada yang tidak bisa membaca tulisan mereka. Mereka sebenarnya bukan siswa yang bodoh. Bisa jadi justru anak yang cerdas.
Seorang guru secara tidak langsung dituntut mengenal berbagai jenis font tulisan siswa. Tulisan siswa yang rapi tentu tidak membuat guru kesulitan membacanya. Berbeda dengan tulisan siswa yang  boleh dibilang seperti ceker remes (istilah yang pernah saya dengar waktu kecil, saya sendiri tidak paham ceker remes itu apa intinya untuk menyebut tulisan yang acak adul/ jelek) maka guru harus lebih ekstra jeli dan perhatian.
Sebenarnya tidak ada istilah tulisan jelek bagi saya. Setiap anak punya jenis font sendiri. Yang terpenting bagi saya mereka paham EyD, cara penulisan kata dan kalimat serta bagaimana menuangkan ide mereka.
Namun dalam kenyataan di lapangan, siswa yang tulisannya jelek terkesan malas, kurang perhatian, atau asal-asalan. Tugas kita sebagai guru mengarahkan mereka untuk menulis rapi meskipun terkadang gaya tulisan atau bisa dibilang jenis font mereka tetap seperti itu-itu juga. Dan yang tidak kalah penting mengarahkan mereka untuk menulis sesuai EyD
Di jaman sekarang mungkin kerapian tulisan mereka bisa diakali dengan menulisnya melalui komputer, laptop atau netbook. Tugas buat siswa bisa dimulai dengan menyuruh membuat secara tertulis di buku latihan terlebih dahulu kemudian meminta siswa mengedit/menyunting kembali di rumah dan menuliskan kembali dalam bentuk cetak/print. Saya rasa dengan begitu siswa bisa latihan menulis rapi sekalian belajar menggunakan teknologinya. Ini bisa digunakan untuk tugas dalam bentuk portofolio.


0 komentar: